Orang-Orang Hilang di Kyushu
New Release

Orang-Orang Hilang di Kyushu

14-16 tahun
Synopsis

Seorang jurnalis terkenal,
seorang wanita penghibur,
seorang dealer mobil bekas,
seorang dosen bahasa Jepang,
dan seorang calon pewaris perusahaan menerima surat aneh yang beramplopmerah muda.
Lalu, mereka berlima lenyap tanpa jejakdi Kyushu.

Saat keluarga dan kerabat terdekat mencari kelima orang itu, mereka mendapati fakta bahwa orang-orang yang hilang itu mendapatkan surat dari seseorang yang telah mati 16 tahun lalu.


Author : Han Go-un
Price : Rp 85,000
Category : MYSTERY & THRILLERS
Page : 160 halaman
Format : Soft Cover
Size : 13,5 X 20
ISBN : 9786230426018
Publication :

“Putri saya menghilang.”
Seorang wanita paruh baya berlari masuk ke kantor polisi sambil terengah-engah.
“Sejak kapan dia kabur dari rumah? Kalau orang dewasa yang hi­lang, biasanya baru bisa dilaporkan setelah seminggu.”
Polisi yang mengira itu hanya kasus pelarian biasa hanya berusaha menyuruh wanita itu pulang.
“Dia bukan kabur, dia hilang!” seru wanita itu. “Putri saya pergi ke Jepang pada 13 Mei, dan sudah delapan hari ini tidak ada kabar,” ucapnya dengan tangan gemetaran hebat.
Wanita itu segera menunjukkan kartu identitas putrinya dan me­nye­rahkannya kepada polisi. Petugas itu kemudian mengambil kursi dari sudut ruangan dan memintanya duduk.
“Apa pekerjaan putri Anda?” tanyanya.
“Dia dosen bahasa Jepang di Korea. Sudah lima tahun sejak dia kembali ke Korea. Sebelumnya, kami tinggal berdua di Jepang.”
Dengan tenang, polisi itu mendengarkan penjelasan wanita itu tentang putrinya.
“Untuk sementara, karena dia sedang berada di luar negeri, sebaik­nya kita coba tunggu dulu,” ujarnya pada akhirnya.
“Tidak! Putri saya harus segera dicari sekarang juga!” desak wanita itu.
Polisi mulai kesal. “Mungkin dia hanya sedang jalan-jalan di Je­pang. Putri Anda sudah berusia 33 tahun, bukan? Dia sudah dewasa,” tukas­nya sambil berusaha mengusir wanita itu dengan gerakan tangan seolah merasa terganggu.
“Padahal dia bilang akan pulang tiga hari kemudian. Katanya, dia tiba-tiba menerima surel aneh, semacam undangan reuni teman sekolah atau entah apa....”
“Surel aneh?” Kali ini polisi memusatkan atensi pada perkataan wanita itu.
“Pokoknya, dia bilang menerima surel itu... tapi penjelasan putri saya agak membingungkan. Dia bilang harus segera berangkat ke Jepang untuk bertemu dengan teman sekolahnya. Tolong, saya mohon kerja samanya.”
“Boleh saya lihat surel itu?”
“Saya juga ingin menunjukkannya,” jawab wanita itu putus asa, “tapi sayangnya surel itu sudah terhapus.”
“Kalau begitu, tolong isi formulir ini dulu.” Polisi menyerahkan do­kumen dan pulpen ke arahnya. “Bisa jadi putri Anda hanya memper­pan­jang liburannya di Jepang. Kami akan memeriksanya secara berkala.”
“Jadi maksud Anda, putri saya tidak bisa dicari sekarang juga?”
“Karena hilangnya di Jepang, kami harus meminta kerja sama pe­nyelidikan dengan pihak kepolisian Jepang. Bagaimanapun, prosesnya akan memakan waktu lebih dari seminggu. Selama itu, bisa saja dia meng­hubungi Anda lagi.”
Polisi berusaha menenangkan wanita itu sambil memintanya me­nu­lis laporan.
“Begitu penyelidikan dimulai, kami akan mengabari Anda lewat telepon,” ujar petugas itu.
“Saya mohon bantuannya,” pinta si wanita dengan suara parau. Ta­ngannya yang bergetar lemah seperti daun yang tertiup angin.
Setelah wanita itu pergi, para polisi mulai bergerak dengan sibuk.
“Hilang di Jepang, katanya? Berarti harus segera mengirimkan per­mintaan kerja sama penyelidikan ke sana... ah, sepertinya ini akan me­repotkan.”
Polisi pun menyusun laporan mengenai wanita yang berangkat ke Kyushu setelah menerima surel aneh. Mereka lalu mengirim permin­taan kerja sama penyelidikan ke kantor polisi di Shimonoseki, tempat terakhir yang diduga menjadi lokasi hilangnya putri dari wanita paruh baya tersebut.

Han Go-un
View Profil

RECOMMENDED FOR YOU Explore More