Takhta Candrageni
Mahesa Agni dan Ambar Sitaresmi, dua pendaki yang telah ditunggu kedatangannya sejak ratusan tahun lalu oleh penguasa Keraton Merapi. Keduanya digadang-gadang mampu menjadi ujung tombak kembalinya kejayaan Mataram Kuno. Suatu malam, hidup Mahesa dan Sita berubah setelah panggilan misterius memanggil mereka untuk datang kepadanya.
Hilangnya Mahesa dan Sita memicu pencarian yang tidak hanya sulit, tetapi juga penuh kejanggalan. Sayangnya, pencarian Mahesa dan Sita tidak membuahkan hasil, lebih dari berbulan-bulan lamanya. Namun suatu hari, mereka ditemukan di Gunung Merapi. Pertanyaan mengenai kejanggalan-kejanggalan kembali terpatri dalam benak orang-orang yang mengenal mereka. Apa yang sebenarnya dialami oleh Mahesa dan Sita? Apa yang diinginkan penghuni Gunung Merapi dari Mahesa dan Sita? Siapa mereka sebenarnya?
| Author | : | Suzie Rain |
| Price | : | Rp 1 |
| Category | : | HORROR & SUSPENSE |
| Page | : | 280 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Size | : | 13 X 19 |
| ISBN | : | 0 |
| Publication | : |
Mahesa Agni (Mahesa) dan Ambar Sitaresmi (Sita) terlibat penelitian bersama di Gunung Merapi. Tak ada yang menyadari bahwa kedatangan mereka sudah ditunggu ratusan tahun oleh penguasa Keraton Merapi sebagai pasangan yang akan membawa satu wahyu kedaton keluar dari tempat itu.
Mereka dikabarkan hilang setelah penguasa Merapi mengajaknya masuk ke alam gaib. Tim SAR, kepolisian, ranger, bahkan dukun kepercayaan Arya Basudewa (ayah Sita) dibantu cantriknya berusaha menemukan keberadaaan mereka. Namun erupsi Merapi dan kejadian alam di Jogja membuat proses pencarian kedua orang itu dihentikan.
Dari pandangan tak kasatmata, mereka dinikahkan di Keraton Merapi dengan pesta meriah. Seharusnya mereka bisa hidup berdua dengan bahagia di dalam Keraton Merapi, jika saja Arya tak melakukan ritual memanggil anaknya.
Setelah enam bulan hilang, Mahesa dan Sita berhasil dipulangkan. Namun Arya yang sangat mencintai anaknya menjadi memendam dendam pada Mahesa yang dianggap merebut Sita dengan cara yang tidak baik.
Dengan segala cara, Arya memisahkan Sita, termasuk dengan menyembunyikan Sita di luar negeri dan berpindah-pindah.
Tiga belas tahun, Mahesa masih terus mencari Sita. Hingga satu saat, datang tawaran memimpin ekspedisi menuju Candrageni dengan imbalan informasi tentang anaknya. Tak ingin kehilangan kedua kali, Mahesa mengambil tawaran itu. Dari pertemuan yang dijanjikan, ternyata Mahesa dan Narendra (anaknya) justru bertemu di Candrageni, tempat Mahesa menikahi Sita.
RECOMMENDED FOR YOU Explore More