Kumpulan Fabel Sains: Pertumbuhan Hewan
Buku Kumpulan Fabel Sains: Pertumbuhan Hewan ini adalah buku tentang pengetahuan binatang yang dikemas untuk anak-anak. Buku anak sebaiknya diprioritaskan oleh orang tua, karena hal tersebut sangat memiliki manfaat untuk anak. Ditambah buku anak biasanya dilengkapi dengan ilustrasi yang akan menarik perhatian anak hanya pada buku. Diantara manfaat buku anak adalah untuk merangsang fungsi otak, meningkatkan kemampuan berbahasa, mengembangkan daya imajinasi anak, melatih daya ingat anak, memperkenalkan hal-hal baru pada anak, dan tentunya untuk meningkatkan minat baca pada anak. Buku anak-anak sering menjadi salah satu buku yang dicari oleh para orang tua, karena buku anak ini sering dilengkapi dengan gambar-gambar yang lucu dan kreatif.
| Author | : | Yenny Jasmin |
| Price | : | Rp 99,000 |
| Category | : | CHILDREN'S BOOKS,PICTURE BOOKS |
| Page | : | 108 halaman |
| Format | : | E-Book |
| Size | : | 18 cm X 24 cm |
| ISBN | : | 9786230409400 |
| Publication | : | 08 February 2023 |
ULI BERGANTI KULIT
Sudah beberapa hari ini Uli merasa gelisah.
Begini salah, begitu salah. Akhirnya, dia tidak
tahan lagi. “Ibu, aku merasa tidak nyaman, nih.
Apa aku sedang sakit?” rengek Uli kepada ibunya.
Ibu Uli memperhatikan Uli dengan saksama.
Mata Uli yang biasanya jernih, kini tampak
abu-abu kebiruan. Kulit Uli yang biasanya
tampak cemerlang, kini juga tampak kusam
dan lebih gelap.
"Oh, itu tandanya sudah waktunya kamu
berganti kulit," kata Ibu kepada Uli.
Uli terkejut mendengar jawaban Ibu.
"Berganti kulit? Memangnya ada apa dengan
kulitku? Aku suka, kok, dengan kulitku
yang sekarang. Aku tidak mau kulitku
diganti," sahut Uli.
Ibu Uli tersenyum. Dia bisa mengerti perasaan
Uli yang takut menghadapi perubahan.
"Anakku, kulitmu terasa sesak, bukan?"
tanyanya kepada Uli.
"Iya, Ibu. Sesak sekali. Rasanya seperti
terjepit di terowongan sempit," jawab Uli.
"Itu tandanya kamu sudah bertambah besar.
Namun karena kulitmu tidak bertambah besar,
kamu jadi merasa sesak. Kita, para ular, memang perlu berganti kulit setiap kali tubuh kita membesar. Itu hal yang biasa," jelas Ibu.
"Lagi pula, berganti kulit juga baik untuk
kesehatan. Kita bisa menyingkirkan parasit-parasit pengganggu kesehatan yang menempel di kulit lama kita," kata Ibu lagi.
Uli merasa lebih tenang setelah mendengar
penjelasan Ibu. Akan tetapi, tubuhnya
tetap saja merasa tidak nyaman.
Ibu Uli tentu saja menyadari hal itu.
"Uli, kita berenang, yuk," ajak Ibu.
'Hah? Lagi tidak nyaman begini malah disuruh
berenang?' pikir Uli. Sebenarnya, Uli sedang tidak ingin berenang, tapi ibunya terus membujuk.
Akhirnya, dia mengiyakan.
Tak disangka, setelah berenang beberapa
waktu, Uli mulai merasa nyaman. Semakin lama
dia berenang, semakin dia merasa tidak terlalu
sesak lagi. Rupanya air membuat kulitnya yang
ketat mulai melonggar.
Melihat Uli sudah merasa lebih nyaman,
Ibu mengajak Uli ke daerah berbatu. Di sana,
Ibu menyuruh Uli menggosok-gosokkan
hidungnya ke sebuah batu yang kasar.
Walaupun bingung, Uli menurut.
Setelah menggosok selama beberapa waktu,
kulit hidung Uli mulai robek. Semakin digosok,
robekannya semakin besar. Ibu lalu menyuruh
Uli beringsut keluar dari kulitnya.
Uli menurut. Namun, beringsut keluar dari kulit
yang sempit tidaklah mudah. Bagi Uli, waktu
rasanya berjalan lamaaa ... sekali.
Seminggu kemudian, Uli akhirnya berhasil
keluar sepenuhnya dari kulit lamanya.
"Leganya ..." kata Uli senang. Dia sudah tidak merasa sesak. Warna kulit barunya tampak cemerlang. Matanya juga sudah jernih kembali.
"Kuharap ini yang pertama dan terakhir kalinya
aku berganti kulit," ujar Uli.
Ibu Uli terkekeh. "Kamu bisa merasa lega hingga dua minggu ke depan. Setelah itu,
kamu akan berganti kulit lagi," ujar Ibu.
"Apa? Dua minggu? Kok, cepat sekali?"
sahut Uli terkejut.
"Kamu kan masih muda, masih dalam
masa pertumbuhan. Tubuhmu akan cepat
berkembang. Oleh sebab itu, dua minggu
sekali kamu akan berganti kulit," ujar Ibu.
"Apakah Ibu juga berganti kulit
dua minggu sekali?" tanya Uli. Ibu tersenyum.
"Ibu kan sudah dewasa. Pertumbuhan tubuh
Ibu sudah melambat. Jadi, Ibu berganti kulit
hanya setiap enam bulan sekali," jawab Ibu.
"Enak ya jadi ular dewasa. Tidak perlu sering-sering ganti kulit. Ganti kulit benar-benar bikin stres. Semoga aku lekas dewasa," kata Uli.
Ibu tersenyum. "Tapi untuk menjadi ular dewasa,
harus sering-sering berganti kulit dulu.
Sebaiknya nikmati saja prosesnya. Jangan
terlalu dibawa stres," hibur Ibu.
Uli menghela napas panjang. ‘Ibu benar,’ pikirnya.
Dia memutuskan untuk tidak berpikir terlalu
jauh dan menikmati masa-masa dua minggu
ke depan saja.
Yenny Jasmin
RECOMMENDED FOR YOU Explore More