Batu Sandungan
Sebagaimana halnya kendaraan yang lebih berisiko kecelakaan ketika menurun daripada mendaki. Karena ketika menurun bisa jadi kecepatannya jadi tidak terkendali akibat jalan yang menurun, apalagi jika sampai remnya blong. Sebaliknya ketika mendaki, risikonya hanya tidak kuat mendaki sehingga berhenti. Begitu juga dengan perjalanan hidup manusia, orang lebih banyak tersandung ketika jalan hidupnya terasa enak dan nyaman. Sebaliknya, apabila jalan hidupnya mendaki atau penuh perjuangan dan hambatan maka akan lebih waspada dan hati-hati.
| Author | : | Dedi Mahardi |
| Price | : | Rp 65,000 |
| Category | : | NON-FICTION |
| Page | : | 130 halaman |
| Format | : | E-Book |
| Size | : | 14 cm X 21 cm |
| ISBN | : | 9786230414510 |
| Publication | : | 14 September 2023 |
Batu sandungan adalah batu yang ada di jalanan, berukuran kecil sehingga sering tidak terlihat lalu mengakibatkan kaki pejalan kaki tertarung oleh batu tersebut. Akan tetapi, ada kalanya juga batu sandungan tersebut berukuran agak besar, tetapi saking tergesa-gesanya seorang pejalan bisa saja tidak melihatnya sehingga dia terjatuh.
Saking rendah dan buruk atau berbahayanya sebuah keburukan atau kejahatan yang dapat jadi batu sandungan perjalanan hidup sehingga orang-orang tidak atau belum pernah berbuat buruk saja sudah dianggap atau diposisikan sebagai orang baik. Bahkan dalam memilih pemimpin atau tokoh atau figure yang pertama dilihat atau diselediki adalah catatan buruk atau kekurangannya selama ini, baru kemudian dilihat kelebihan dan kemampuan serta prestasinya. Namun, di tengah kompetisi hidup yang semakin sengit ini dikhawatirkan sebagian orang hanya fokus kepada bagaimana bisa memenangkan kompetisi atau mendapatkan apa yang diinginkannya sehingga mungkin saja mereka lupa dengan keberadaan batu sandungan yang ada dalam diri mereka atau yang ada sekitar mereka.
Semoga kehadiran buku Batu Sandungan ini dapat menginspirasi pembacanya untuk selalu berhati-hati dan rendah hati sehingga dapat melihat dan menghindari batu sandungan sekecil apa pun juga.
Puji syukur kepada Allah SWT yang dengan rahmat-Nya penulis telah dapat menyelesaikan buku ini dengan niat untuk mendapat pahala dari amal ilmu yang bermanfaat. Terima kasih dan doa untuk ayahanda Almarhum Mahyudin dan ibunda Marwarni Syam. Terima kasih juga untuk istri dan putra-putri kami Fauzan Munadhil dan Rifka Anissa Putri.
Dedi Mahardi
RECOMMENDED FOR YOU Explore More