book detail

Sepasang Angsa Putih Untuk Palupi

by MARLIANA KUSWANTI

about the book

Bagi bapaknya Palupi, menjadi penulis itu omong kosong. Menurut bapaknya, bekerja itu pergi pagi, pulang sore. Menjadi karyawan swasta atau abdi negara seperti dirinya.
Palupi menyudahi perdebatan itu dengan hijrah ke Jakarta. Kereta membawa Palupi pergi meninggalkan Yogyakarta dan ibunya yang paling memahami cita-citanya. Bertahun-tahun ibunya senantiasa bertanya kapan anaknya pulang. Palupi enggan menjawab, sebab sosok yang membuatnya pergi dulu tak kunjung menunjukkan rasa rindu.

close

Main menu